Halaman

Sabtu, 19 Mei 2012

Ditunda di Korea, Film SuJu dan SNSD 'I AM' Tayang Perdana di Indonesia


Demam kembali mewabah di Indonesia. Pasalnya, film dokumenter yang salah satunya dibintangi Super Junior, "", akan tayang mulai 18 Mei hingga 20 Mei di Blitzmegaplex, Indonesia.

Menariknya, film tersebut ditunda penayangan perdananya di Korea Selatan beberapa waktu lalu karena alasan teknis. Jadi bisa dibilang bahwa para fans Indonesia akan menjadi yang pertama menyaksikan aksi Super Junior, , , , , dan di layar lebar.

"Kami dengan bangga mengumumkan bahwa Indonesia akan tetap tayang 18-20 Mei! Indonesia akan jadi NEGARA PERTAMA yang menayangkannya secara regular ^ISK," tulis perwakilan Blitzmegaplex di akun Twitternya, @blitzmegaplex. "Jadi, kalian akan nonton 'I AM' lebih dulu bahkan dari fans-fans SM Town di Korea sendiri, tweeps! Isn't that awesome? ^ISK."

Sempat berhembus kekhawatiran diantara para penggemar bahwa "I AM" yang diputar di Indonesia akan memiliki kualitas lebih buruk jika dibandingkan Korea. Namun hal ini dibantah oleh Blitzmegaplex yang mengatakan bahwa tidak terdapat masalah audio untuk pemutaran "I AM" di Indonesia.

"Salah 1 alasan rilis 'I AM' mundur di Korea adalah proses sensor yang lama sehingga tidak memungkinkan untuk rilis tanggal 10 di sana... ^ISK," tambah perwakilan Blitzmegaplex. "Versi yang rilis di sini TIDAK ada masalah audio. SM Town tidak akan membiarkan kami untuk rilis 'I AM' jika masih ada masalah teknis ^ISK."

Hingga saat ini, tiket film yang dibanderol Rp 130 ribu itu laris manis dan hampir ludes terjual. Bahkan Blitzmegaplex menambah satu pertunjukan untuk masing-masing harinya. "I AM" merupakan film garapan SM Entertainment yang menyajikan aksi para idola K-Pop baik di atas maupun di balik panggung. Film ini akan diputar di bioskop-bioskop Blitzmegaplex antara lain di Paris van Java, Grand Indonesia, Pacific Place, Mall of Indonesia, Central Park, Teraskota dan Bekasi Cyber Park.






























JKT48 Sering Berselisih Karena Tidak Punya Leader ?

Setiap kelompok yang terdiri lebih dari dua orang, pasti saja pernah menghadapi masalah. Semakin banyak anggota kelompok, akan makin kompleks pula problem yang ada. Apalagi kalau semuanya kaum hawa. Seperti juga yang terjadi di JKT48.
Bila di hampir semua grup boyband atau girlband punya orang yang dijadikan pimpinan atau leader, justru di JKT48 ini beda. Dalam sister group AKB48 tersebut hanya ada anggotanya yang dijadikan center.
Begitu dikatakan salah satu personil JKT48 yang paling muda, Nabila, Kamis (17/5).
"Kita belum memiliki leader, leader dari segala leader cuma satu yakni Takahashi Minami. Sedangkan di JKT ada center," katanya.
Kala ditemui di Nyai Ageng Serang, bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Nabila menyanggah jika karena tak ada leader sering terjadi perselisihan di antara anggota JKT48. Namun hal itu dapat dicarikan solusinya dan dengan kebesaran jiwa masing-masing personel.
"Ada juga perselisihan ya apalagi kita cewek semua. Tapi tergantung kita nanggapin semuanya dengan dewasa, biar gak banyak pertengkaran," terangnya.